Slideshow

Lifestyle

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga?

Beberapa tahun terakhir ini makin banyak saja pusat kebugaran yang memperpanjang waktu bukanya. Rata-rata mereka buka sejak pagi hingga tengah malam. Pelanggan pun bebas menentukan kapan harus berlatih sesuai dengan waktu yang dimilikinya.

Walaupun pada dasarnya olahraga bisa dilakukan kapan saja, namun para peneliti menemukan bahwa sebelum makan merupakan waktu paling tepat untuk mereka yang ingin menjaga berat badan serta menjaga sensitivitas insulin sehingga terhindar dari diabetes.
Sekelompok peneliti di Belgia melakukan riset terhadap 27 pria dan wanita berbadan sehat yang diberi konsumsi makanan tinggi lemak, gula dan kalori. Pola makan tersebut dipilih karena efektif untuk menambah berat badan dan mengurangi sensitivitas insulin. Kebanyakan pasien diabetes mengalami resistensi insulin.
Para responden tersebut kemudian dibagi dalam tiga kelompok. Satu kelompok tidak melakukan aktivitas fisik tapi pola makannya buruk. Kelompok kedua dan ketiga melakukan olahraga dengan intensitas yang sama, namun kelompok dua berolahraga setelah sarapan dan kelompok tiga sebelum sarapan.
Hasilnya cukup dramatis. Kelompok kontrol mengalami kenaikan berat badan dan sensitivitas insulin mereka menurun. Kelompok yang olahraga setelah makan juga berat badannya naik tetapi tidak sebanyak kelompok pertama.
Sebaliknya dengan kelompok ketiga. Meski pola makan mereka tinggi kalori dan lemak, namun berat badannya stabil dan sensitivitas insulinnya terbilang tinggi.
Liz Neporent, ahli kebugaran mengatakan, para binaragawan biasanya memang berolahraga dengan perut kosong. Tetapi jika Anda berencana berlatih untuk pertandingan tetap disarankan untuk mengisi perut terlebih dahulu.
"Pada dasarnya hal itu bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh. Ada orang yang malah sakit dan kelelahan karena berolahraga dengan perut kosong," katanya.

sumber: kompas.com

Awet Muda Berkat Aura Stone

 
Kepercayaan diri wanita akan hilang  jika wajahnya mulai timbul keriput. Maka, sejak dini hal tersebut bisa dicegah melalui perawatan totok wajah secara teratur.

Anny Wulan (40), pemilik Putri Kedaton Griya Kecantikan dan Spa, mengatakan wanita berusia di atas 30 tahun biasanya mulai khawatir dengan kecantikan kulit wajahnya. Sebab, di usia itu wajah mulai mengalami  penuaan dini. Untuk mengatasinya, ada perawatan wajah yang dinamakan aura stone (batu aura).

“Batu aura ini akan memancarkan energi positif dari dalam tubuh  seshingga wajah yang tadinya muram dan kusam akan terlihat bercahaya lagi,” ujar Anny Wulan kepada Tribun Jogja,  di kantornya, di Jalan Nusa Indah 33, Condongcatur, Yogyakarta, Senin (7/2/2011).

Batu aura merupakan batuan alam yang diambil dari pegunungan dan sungai. Bentuknya bulat hitam dan permukaannya licin. Aura stone  ketika ditempelkan di atas tubuh (punggung) akan mengeluarkan pancaran energi.

Cara kerja batu tersebut, pertama, dipanaskan  dulu dalam steamer kira-kira lima menit. Setelah panas, ditempelkan di pusat-pusat syaraf manusia di wajah, tangan  dan punggung.

“Khusus untuk punggung bisa dilakukan pemijatan dengan batu aura ini, beda dengan pijatan tangan. Pijatan dengan batu lebih terasa langsung ke pusat rasa sakit,” ucap Anny Wulan.

Manfaat  batu aura, antara lain, memperlancar aliran darah dan ketegangan syaraf sehabis melakukan rutinitas.  Wajah yang tadinya tidak terbuka auranya akan tampak lebih cantik.

Perawatan batu aura dilakukan selama 30 menit dengan biaya Rp 60 ribu.  “Dijamin tidak sakit dan manfaatnya akan cepat terasa di tubuh. Pikiran jadi lebih ringan dan wajah jadi terasa lebih cantik,” papar Anny Wulan.

Spa Putri Kedaton juga menyediakan paket pascamelahirkan, yang di dalamnya juga ada perawatan pijat batu aura (aura stone). Para ibu 40 hari pascamelahirkan yang ingin mengembalikan vitalitas tubuh dan kecantikan bisa mengambil paket kecantikan ini. Di antaranya ada masker, V-Spa, body slim dan mandi rempah.

“Untuk body slim kami pakai bahan-bahan alami berupa rempah-rempah yang kami buat sendiri sehingga tidak ada efek sampingnya,” kata Anny Wulan.

Untuk  hasil  maksimal, perawatan bisa dilakukan tiga bulan berturut-turut dengan jangka waktu pertemuan setiap pekan, dan sekali datang membayar Rp 350.000. Tetapi Anny juga berpesan agar ibu tetap mengimbangi dengan pola makanan  seimbang dan berolahraga.  “Pasti bisa kembali ke bentuk tubuh semula,” ujarnya, memberikan jaminan.

sumber : tribunjogja.com